Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107, Allah SWT berfirman.
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْن
Artinya: "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
Dalam menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, Ahlussunnah Wal
Jamaah (Aswaja) memainkan peran penting. Aswaja adalah paham moderat yang
menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan toleransi dalam
menyebarkan ajaran Islam.
Aswaja memiliki prinsip-prinsip yang menjadi landasan dalam menyebarkan Islam
secara rahmatan lil alamin:
Pertama, Aswaja berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai sumber utama ajaran Islam. Dengan berpegang pada sumber ini, Aswaja menjamin kemurnian ajaran Islam yang disebarkan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إني قد تَرَكْتُ فِيكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ
تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا : كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي » [أخرجه الحاكم ]
Artinya: “Sesungguhnya telah aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang
tidak akan tersesat selagi (kalian) berpegang teguh dengan keduanya yaitu
al-Qur’an dan sunahku“. (HR al-Hakim 1/284)
Kedua, Aswaja menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam. Rasulullah
SAW bersabda.
الْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
Artinya: "Persatuan umatku adalah rahmat, dan perpecahan adalah
azab" (HR. Tirmidzi).
Dengan menjunjung tinggi persatuan, Aswaja mampu menyebarkan Islam secara lebih
efektif tanpa terjebak dalam perpecahan yang dapat menghambat penyebaran
risalah Islam.
Ketiga, Aswaja menjunjung tinggi sikap moderat, toleran, dan menghindari
ekstremisme. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda tentang larangan
berlebih-lebihan dalam agama.
إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
بِالْغُلُوِّ فِي الدِّينِ
Artinya: "Jauhilah sikap berlebih-lebihan dalam agama, karena
sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena sikap
berlebih-lebihan dalam agama." (HR. Ibnu Majah no. 3029, An-Nasa'i no.
3057, dan Ahmad no. 1851)
Dengan sikap moderat dan toleran, Aswaja mampu menyebarkan Islam secara damai
dan ramah, sehingga dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Peran Aswaja dalam menyebarkan Islam rahmatan lil alamin telah dibuktikan
sepanjang sejarah. Sebagai contoh, penyebaran Islam di Nusantara dilakukan
secara damai dan penuh kasih sayang oleh para ulama dan penyebar agama Islam
dari kalangan Aswaja. Mereka mengajarkan Islam dengan cara yang lembut dan
menyesuaikan dengan budaya lokal, sehingga Islam diterima dengan baik oleh
masyarakat Indonesia.
Di antara tokoh penting dalam penyebaran Islam rahmatan lil alamin di Nusantara
adalah Walisongo. Para Wali ini menggunakan pendekatan kultural dan pendidikan
dalam menyebarkan Islam. Mereka mendirikan pesantren dan lembaga pendidikan
Islam yang mengajarkan ajaran Islam secara moderat dan toleran. Selain itu,
para Wali juga memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga
masyarakat dapat melihat secara langsung implementasi ajaran Islam yang ramah
dan penuh kasih sayang.
Dalam konteks kekinian, Aswaja terus berperan dalam menyebarkan Islam rahmatan
lil alamin. Organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) merupakan
representasi dari paham Aswaja yang menekankan sikap moderat, toleran, dan
menghindari ekstremisme dalam menyebarkan ajaran Islam. Mereka aktif melakukan
dakwah dan pendidikan Islam yang sesuai dengan prinsip-prinsip Aswaja, sehingga
Islam dapat terus disebarkan secara damai dan ramah di seluruh penjuru dunia.
Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)
memainkan peran penting dalam menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh
alam semesta (rahmatan lil alamin). Aswaja, sebagai paham moderat dalam Islam,
menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan toleransi dalam
menyebarkan ajaran Islam

Komentar